PEKANBARU — Riau Sastra menghadiri kegiatan Temu Literasi Bersama Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru bersama Forum Taman bacaan Masyarakat (TBM) Kota Pekanbaru pada Rabu (21/10/2026). Riau Sastra diwakili Bendahara, Afrizal Pak Long, sesuai undangan kegiatan bertema “Dari Kata Menjadi Karya” tersebut.
Dalam pemaparannya, Gol A Gong menekankan pentingnya membangun budaya literasi melalui tiga fondasi, yakni keluarga, masyarakat, dan sekolah. Ia mengingatkan bahwa anak perlu didampingi, bukan sekadar dilarang, serta dibiasakan membaca sejak dini. Salah satu kunci membangun budaya baca adalah konsistensi membaca satu buku setiap hari.
Gol A Gong juga mendorong para penulis untuk terus berkarya, melakukan riset, membangun jejaring, dan aktif mengikuti kegiatan literasi. Peluang menjadi travel writer turut disoroti sebagai cara mengolah pengalaman perjalanan menjadi karya yang bernilai sekaligus meninggalkan warisan pengetahuan.
Selain itu, ia menekankan peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai ruang belajar, diskusi, dan pengembangan kemampuan menulis. Kolaborasi antarkomunitas, penguatan program literasi, serta pengelolaan relawan dinilai penting untuk memperluas dampak gerakan literasi.
Pengalaman Rumah Dunia juga menjadi contoh bagaimana komunitas literasi dapat membina relawan hingga berkembang menjadi penulis dan penggerak literasi melalui pelatihan, pendampingan, serta program yang berkelanjutan.
Bagi Riau Sastra, kegiatan ini menjadi kesempatan memperluas wawasan dan jejaring untuk mendukung upaya merawat, melestarikan, dan memajankan sastra Melayu Riau. Kolaborasi antarkomunitas diharapkan dapat melahirkan program nyata yang memperkuat budaya membaca dan menulis di masyarakat.
























