Puisi: Juli Mendekap

0
Juli Mendekap Pada bilangan satu teriak kesakitan hadirBersama rembesan darah merahMenuliskan kisah tentang tetesan darah biruPemilik takhta di singgasana nan tersembunyiMalam itu tak lagi heningPecah...

Puisi: Hikayat Raja Ali Haji

0
Hikayat Raja Ali Haji Pujangga Penyengat nan Bijaksana Syahdan tersebutlah kisah nan muliaDi Pulau Penyengat asal bermulaTahun seribu delapan ratus sembilanLahirlah anak cahaya budiman Namanya termasyhur Raja...

Puisi: Oase Keinginan

0
Oase Keinginan di sepertiga malam yang dinginaku langitkan munajat dari sejuta inginmerindu hidup bahagia seindah nyala lilintapi takdir masih dipermainkan tiupan anginbelum juga dapat kuraih...

Cerpen: Sumangaik yang Hilang di Tepian Kuantan

0
Riausastra.com - Di bawah terik matahari Taluk Kuantan, Pak Tua Ismail menyipitkan matanya. Tangannya yang keriput, yang petanya lebih rumit dari alur Sungai Kuantan...

Puisi: Tak Mampu Aku

0
Tak Mampu Aku Tak mampu aku menjadi padang pasirAku ingin menjadi batu kecilKuat dipijak waktuMeski panas membakarTak mampu aku menjadi kelamDan malam yang bekuAku ingin...

Puisi: Sedikit Lagi, Bukan?

0
Sedikit Lagi, Bukan? Langit mengemas masa menjejak petangSeperti aku yang mengemas rasa dalam sunyi tak berbilang Sepantasnya kuhargai waktuYang merelakan dirinya menjadi susunan puzzle yang kumainkan...

Puisi: Keramba, Ikan, dan Jalan Pulang

0
Keramba, Ikan, dan Jalan Pulang sebuah biduk membawa kerambalelaki paruh baya menjadi kemudidi laut lepas itu mereka bercita-cita demi sesuap nasidari tepian anak-anak mereka saling pandangbola...

Puisi: Gedung Tua

0
Gedung Tua Pada samar ketiadaanAku menulis rasa malasTanpa perasaanMembaca ingkar terjanjiMenutup obsesi Berlembar halaman tersiaPerpustaka hanya gedung tuaKumal berdebu lusuhDan berhantuDi telan masa terbarukan Nasib Perpustakaan, 9 Mei 2025 *** ڬدوڠ توا ڤادا...

Puisi: Wirid Hujan

0
Wirid Hujan /1/hujan rintik dinginbersama air mata mengurai resahjemari gemetar melipat doa desisNya, “ lihatlah maut mengendap-endap di balik tiang-tiang itu!” “ah, apakah kita adam yang diburu...

Puisi: Kekasih Malam

0
Kekasih Malam tumbuhlah seperti Tunasyang selalu menghasilkan harapan barumeski sesekali terhimpitlalu diterpa angin dan badaisiang dan malam tiada hentisuara-suara pengkhianatanberteriak di sekelilingnyanamun Tunas tetap bertahanyang...

TRENDING TOPIK

Puisi: Lautan Muafakat

Puisi: Hak Setiap Mulut

Puisi: Si Kecil