Puisi: Bermadu

0
Bermadu Fitrahmu sebagai wanitaMengasihi dia yang rupawan disisikuSesama wanitaBerlabuh pada satu hati yang sama menabur cemburuManis seketika, Manis selamanyaBegitulah harapannya Madu bermaduLerai jiwa dari ragaDuka seketika bernoktah amanahDalam secarik harapKembalilah dampingi dia Dulu kita sering berseteruDalam kemarukan...

Puisi: Kita Harus Mafhum Hari Beranjak Begitu Buru-Buru

0
Kita Harus Mafhum Hari Beranjak Begitu Buru-Buru Di usia pagi setiap jiwa kosong sama sekalitak bercorak seperti gaya hidup masyarakat beraneka jenisrendah, sederhana, tinggimaka perlu kesungguhan menyabit ilmuibarat dian menyinari kelam di sekelilinglangkah kaki tak...

Puisi: Sindrom Mahasiswa

0
Sindrom Mahasiswa Identik dengan percakapan idealisme.Menyambung kata seraya memberi kuis yang terbaik.Satu demi satu pertanyaan tersampaikan.Tidak satu pun terjawab. Pemuda berkaus hitam muncul dengan gelagat percaya diri.Memberikan untaian yang membuat jejeran orang terheran.Bertanya “siapa dia”. Sindrom keaktivisan...

Puisi: Sajak untuk ibu

0
Sajak untuk ibu Ibu:senyummu bercahayaTeduhkan jiwa yang terlukaLangkah kakimu bergumul perjuanganDemi membahagiakan anakmu dimasa depanSetiap malam bersama cahaya bulan, lagu dongeng kau tuturkanDemi meninabobokan anakmu di pangkuanAku jarang melihatmu menyeka air mataSemuanya kau balut dengan...

Puisi: Harapan Buah dari Kesabaran

0
Harapan Buah dari Kesabaran Setitik harapan menuai impianMenelusuri hari pada tepianMenumbuhkan inspirasi kehidupanPada setiap usaha dan do'a yang ia panjatkan Secercah asa membumbung tinggiLaksana bukit gunung tinggiSedikit akan menjadi bukitDakilah sampai tujuan dan terus bangkit Jika ingin...

Puisi: Penguasa Kampus

0
Penguasa Kampus Setiap sudut tertulis namanya.Nama yang sudah lama tidak muncul ke permukaan kampus.Sebut saja dia adalah penguasa tinta. Tulisan yang telah lama membeku.Kini muncul dengan sastra barunya.Semua terheran dengan kriteria yang muncul saat itu. Pemudi bertekuklutut...

Puisi: Harapan Suci

0
Harapan Suci cinta kasih yang kita pintal berharap kekaldalam tubuh tak abadi kasih sayang itu sucinalar dan rasa meleburdi riuh-rendah zaman kesetian tetaplah hal megah wanita yang telah kucinta; pelaku sekaligus korbantamasya dalam harapan indah tuturmanis...

Puisi: Seikat Impian

0
Seikat Impian Kulihat seorang penjual sayur di pasaria berjualan kangkung, sawi, wortel juga kacang panjangbinar matanya tenang, selalu tersenyum pada pelanggangaris keriput di wajahnya,mengisyaratkan separuh abad sudah ia meniti perjalanansayur hijau yang ia bawa nampak...

Puisi: Shalawat Cinta

0
Shalawat Cinta delapan belas hari terlewatiseiring lantunan lagu surgadekap erat dalam kalbuenggan melepas diri setiap langkah tak hentisusuri lorong waktudemi sebongkah pahalauntuk Sang Maha Cinta satukan butiran cintamenjadi satu shalawattuju restu ilahihingga berada di langit ketujuh Probolinggo, 20...

Puisi: Pengelana Kampus

0
Pengelana Kampus Pemuda berpakaian rapi itu muncul dari lubang kesengsaraan.Menyuarakan aksi damai dari pelopor Rasis.Plakat bertuliskan damailah kampusku.Menjadi slogan yang tidak kunjung usai. Bergerombol mendatangi teras aspal yang tersusun rapi.Melekatkan slogan pada dinding besi yang berkarat.Agar...

TRENDING TOPIK