Puisi: Kembali Fitrah

0
Kembali Fitrah Takbir mengiringi kepulangan RamadanPetang tadi..Dilepas dedaunan di sela gerimis senjaAda satu rindu menjelajah dalam tanya"Allah, sudikah Engkau menerima amalan ini?" Ramadan melambai, haru pun tibaKembali fitrah di hari nan fitri Para ibu begitu sibuk mengemas...

Puisi: Ketika Waktunya Harus Pulang

0
Ketika Waktunya Harus Pulang Sejauh apapun kaki melangkahSeluas apapun langkah menjejakSepanjang apapun jejak membekasTetap, akan tiba saatnya untuk pulang Di tengah samudera biru yang luasDi sela-sela awan yang berarakSenja menepi, membawa isyaratTetap, akan tiba saatnya untuk...

Puisi: Untukmu, Lelaki Sejati

1
Untukmu, Lelaki Sejati Engkau yang terlahir istimewaSempurna rupa karena akhlakSempurna iman karena taatSempurna ilmu karena hati Engkau yang terlahir istimewaDiberi amanah lewat peristiwa agungMenerima perintah salat tujuh belas rakaatUntuk kausampaikan pada seluruh alam Engkau yang terlahir istimewaTidak...

Puisi: Aku yang Terlupa

0
Aku yang Terlupa Dalam salat yang aku tunaikan kemarinKusebut nama-Mu, bahkan kuhadapkan wajahku pada-MuTertunduk malu aku mengakuiBacaan di bibirku tak selaras dengan hatiku Kemarin, kulepas salat dengan salamBetapa tersentak hati kecilkuMembayangkan salat yang teramat sering aku...

Puisi: Soto Betawi di Muka Pagi

0
Soto Betawi di Muka Pagi Pada sebuah pagi di Jakarta Duduklah disisiku Disini, disisi kananku Kita nikmati soto betawi di muka pagi Hangatnya, mendamaikan jiwa yang lapar Aromanya, menembus ruang perasa hingga jatuh sampai ke hati Rempahnya yang alami, Biarkan saja meramu...

Puisi: Langit-Langit Jakarta

0
Langit-Langit Jakarta Selaksa embun pagiMenetes lembut dari ujung dedaunanKesejukan melambai, menukar bayang-bayangGemericik air bersenandung tentang bait-bait rindu Kota Batavia kubiarkan dijejak kakikuBeribu kapal kayu bersandar dalam bisu yang panjangSemakin sepi, tiada lagi camar-camar yang bebas bercerita...

Puisi: Langit yang Sama

0
Langit yang Sama Masih bisa memandang langit yang samaSeraya menengadahkan kedua tangan,menundukkan kepala, melunakkan hatiHarapan melangit, keangkuhan membumi Masih diberi kesempatan memandang langit yang samaMeski langkah terkunci,Kebebasan terantai,Keinginan tertahan,Bersyukurlah!Karena mimpi-mimpi masih bisa membelah kekakuan langit Pada langit...

Puisi: Katanya Kita Sudah Merdeka

0
Katanya Kita Sudah Merdeka Ingin kusampaikan pada ibu pertiwiLewat kanvas langit yang kulukis indah dengan berbagai tanyaLewat derai air hujan yang mengusap debu kehampaanLewat hijau daun yang merekah sempurna di bilangan jiwa penuh lukaBahwa aku...

Puisi: Titik Air

0
Titik Air Ibu.. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang memesonaLewat gulita yang kudamba ada bayang-bayangAku ingin mencintaimu dengan cara yang menawanLewat hujan yang kudamba tanpa titik-titik air Ibu.. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang berkesanLewat air mata yang...

Puisi: Hujan Bulan Juli

8
Hujan Bulan Juli (Mengenang Sapardi Djoko Damono) Tidak ada yang lebih menyita rasaDari hujan bulan JuliDibiarkannya daun-daun hijau nan berseriBasah bersama kerinduan Tidak ada yang lebih membuat laraDari hujan bulan JuliDihapusnya retak-retak kebisuan angin malamBersenandung di antara...

TRENDING TOPIK