Puisi: Langit yang Sama

Langit yang Sama Masih bisa memandang langit yang samaSeraya menengadahkan kedua tangan,menundukkan kepala, melunakkan hatiHarapan melangit, keangkuhan membumi Masih diberi kesempatan memandang langit yang samaMeski langkah...

Puisi: Katanya Kita Sudah Merdeka

Katanya Kita Sudah Merdeka Ingin kusampaikan pada ibu pertiwiLewat kanvas langit yang kulukis indah dengan berbagai tanyaLewat derai air hujan yang mengusap debu kehampaanLewat hijau daun yang merekah sempurna...

Puisi: Titik Air

Titik Air Ibu.. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang memesonaLewat gulita yang kudamba ada bayang-bayangAku ingin mencintaimu dengan cara yang menawanLewat hujan yang kudamba tanpa titik-titik...

Puisi: Hujan Bulan Juli

Hujan Bulan Juli (Mengenang Sapardi Djoko Damono) Tidak ada yang lebih menyita rasaDari hujan bulan JuliDibiarkannya daun-daun hijau nan berseriBasah bersama kerinduan Tidak...

Puisi: Menyapa Rindu

Menyapa Rindu Merindukan kepergian dalam sendu yang menyapaMenjelma pada fajar yang eleganPulang pada petang yang gemilangAkhirnya, rindu datang dan pergi terbawa angin Kusapa rindu pada alam...

Puisi: Laut

Laut Ombak yang berlari ke sana ke mariIbarat mengejar pesona hidup, yang suatu saat nanti, pasti akan usai Senja mewangi di ujung petangMenyemai harap pada hari,...

Puisi: Hujan di Ujung Cemara

Hujan di Ujung Cemara Kadang-kadang, hujan terlihat hanya segaris gerimisSeperti penerimaan yang hanya separuh hatiKadang-kadang, hujan terlihat jatuh cukup derasSeperti kesusahan yang dirasa berlebih kadarnya Padahal,...

Puisi: Kopi Bulan Juli

Kopi Bulan Juli Semoga ada manisnya senyuman pada pahitnya kopiSemoga ada cerahnya harapan pada pekatnya warna kopiSemoga ada cinta pada hangatnya seduhan kopiSemoga engkau dapati kebaikan di dalamnya selepas...

Puisi: Perempuan Mutiara

Perempuan Mutiara Kemarin,Perempuan itu tersenyum merenda hariSatu satu butiran waktu ia kutip dalam bahagiaSatu satu pesona senja ia ambil dalam senyumanSatu satu kerlingan bintang ia petik dalam wajah yang...

Puisi: Rindu Membeku

Rindu Membeku Ketika rindu kutanyakan pada angin Dia memberiku belaian Ketika rindu kutanyakan pada malam Dia memberiku gulita

TRENDING TOPIK