sumber foto asli: pixabay

Alasan Menjadi Puisi

kau bukan hari ulang tahun,
di mana anak-anak yang memaksa diri lahir lagi
lewat pesta-pesta harapan yang menahan bahagia hanya sesekali
setelah itu kembali lagi jadi mimpi

kau itu kata,
tetap muda dan tumbuh dalam hati
sebab kau kerap ditulis kembali
dalam kalimat apapun, bahkan yang belum jadi mimpi

siapapun itu, siapapun yang bisa kau bayangkan,
hanya aku yang tetap mencintaimu,
walau hidup yang kacau-balau ini
kerap mengajakku mengabaikanmu

2022

***

الاسن منجادي ڤويسي

كاو بوكن هاري اولڠ تاهون
ديمان انك-انك يڠ ممكسا ديري لاهير لاڬي
ليوات ڤستا-ڤستا هراڤن يڠ مناهن بهاڬيا هاڽ سسكالي
ستله إتو كمبالي لاڬي جادي ميمڤي

كاو إتو كات
تتڤ مودا دان تومبوه دالم هاتي
سبب كاو كرڤ ديتوليس كمبالي
دالم كاليمت اڤاڤون، بهكن يڠ بلوم جادي ميمڤي
سياڤاڤون إتو، سياڤاڤون يڠ بيسا كاو بايڠكن
هاڽ اكو يڠ تتڤ منچينتايمو
والاو هيدوڤ يڠ كاچاو بالاو إني
كرڤ مڠاجككو مڠابايكنمو

٢٠٢٢

Puisi ini dialihaksarakan oleh Riausastra.com. 
Jika terdapat kesalahan pada penulisan aksara Arab Melayu, mohon tunjuk ajarnya ke WA 0895622119785
Artikel sebelumnyaPuisi: Air Mata Cianjur
Artikel berikutnyaPuisi: Di Pantai Ini Aku Selalu Bertamu
Tinggal di Aikmel, salah satu kecematan tertua di Lombok Timur. Menyelesaikan serjana pendidikannya di Universitas Hamzanwadi. Pernah menjadi ketua bidang Kepenulisan di Sanggar Narariawani dan membubuhkan karya-karyanya bersama teman-teman komunitas dalam antologi puisi Merawat Kenangan (2018). Puisi-puisinya juga termuat di berbagai media daring. Ia juga, pada tahun 2020, pernah memerankan tokoh Pozo dari naskah Menunggu Godot karya Samuel Beckett dalam pementasan akhir tahun Teater Kapas Putih. Menguatkan niatnya sebagai penulis di komunitas nirlaba, Rabu Langit. Telah menerbitkan Buku Kumpulan Cerpen yang judulnya Aku Menanggalkan Tubuhku, Kemudian Menjadi Dirimu (2018). Media Sosial IG: Pintu Puisi WA: 081803740510

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini