sumber foto asli: pixabay

Ingat-Ingat, Kawan

Ingat-ingat kawan
waktu makin mengecut
membaca tanda-tanda zaman akan berhujung
bukan lagi rahasia
seperti hijrah Rasul ke Madinah
tak sempat bocor di kalangan musyrikin
demi agama mulia tetap tegak berdiri
walau musim bersilih ganti

Kebanyakan manusia terlelap
leka bermain-main mimpi kosong
layani idea tentang kaifiat memanggil kekayaan
secara tak masuk akal
seharusnya sibuk menuju negeri kekal
dengan menukil seberapa banyak bekal

Ingat-ingat, kawan
belajarlah menjadi orang menyesal sekarang
sebab esok belum tentu kita masih berpeluang

Melaka, Malaysia.
4 OGOS 2022

Artikel sebelumnyaPuisi: 109 Hari
Artikel berikutnyaPuisi: Melangkah Kalah
Bermukim di Melaka, Malaysia. Pernah menimba ilmu di Universitas Islam Negeri Banda Aceh dalam bidang Dakwah dan UTM, Skudai, Johor (Universiti Teknologi Malaysia) Seorang pesara guru KPM (Kementerian Pendidikan Malaysia) mulai tahun 2022. Berminat dalam bidang puisi sejak masih belajar di sekolah.dan sekarang menjadi ahli Ikatan Persuratan Melayu Melaka. Puisi-puisi pernah muncul di Berita Harian, Utusan Borneo, Harian Ekspres, Mingguan Malaysia, majalah Dewan Sastera, Tamadun Islam, Wanita dan lain-lain. Majalah online seperti Lamanriau.com, Potret Online com, Kosana.my.id., sksp-literary.com, Sabah360 online.Sudah mempunyai puluhan antologi bersama di antaranya Antologi C Antagonis (ASWARA 2020) Bahtera Merdeka (Tinta Karya 2020) Pasrah (PTK 2020) Citra Yang Tak Padam ( Narangkai Publications 2021) Sejernih Embun (KS 2021)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini