sumber foto asli: pixabay

Perjalanan Ziarah

Ziarah. Adalah rindu yang dititipkan
Sepanjang trotoar
Orang-orang berzikir sembari menghitung seberapa kuat
Pohon-pohon menyembunyikan luka
Tersebab gugur daunnya
Mati, digamit angin kembali ke muasal
Penciptaan

Tanah ziarah menyimpan ribuan kisah dan mengerami jejak-jejak langkah
Orang-orang berjalan sesekali dengan tangan menengadah
Berharap langit terdedah serta segala ingin menemui kata ijabah

Ziarah. Adalah ikhtiar rindu yang terselip di antara doa-doa
Kuntum bunga kamboja yang lindap mendekap nisan
Serupa penantian abadi di liang lahat, bersua dengan bilangan masa yang kian lama kian menua. Sembari mengingat kembali bahwa detak nadi memiliki akhir sebuah masa

Batang, 8 April 2022

Artikel sebelumnyaPuisi: Ngabuburit
Artikel berikutnyaPuisi: Sebuah Kisah Mata Badik Kehidupan
Lahir di Batang Jawa Tengah, 1 Juni. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di media massa local dan nasional. Di antaranya Media Indonesia, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Indopos, Riau Pos, Suara Karya, Banjarmasin Pos, Pos Bali, Bandung Ekspress, Majalah Sastra Kalimas, Minggu Pagi, Joglosemar, Ogan Ilir Ekspress, Buletin Jejak, Haluan Padang, Koran Merapi, Radar Surabaya, Suara NTB, Metro Riau, Solopos, Harian Cakrawala Makassar, Harian Bhirawa, Tabloid Duta Selaparang, Radar Seni, Radar Pekalongan, Buletin Mantra, mayokoaiko.com, unsa27.net, C-Magz, kabaran.id. biem.co, nusantaranews.id, dan lain-lain. Serta tergabung dalam puluhan buku antologi bersama. Buku puisi tunggalnya berjudul “Senandika Pemantik Api” terbit tahun 2015. Pernah menjadi peserta didik di Asqa Imagination School (AIS) angkatan 23. Nomor WA: 08976520393

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini