sumber foto asli: pixabay

Dalam Senyum Aku Menangis

Kehidupan ini terus bergulir
Seiring waktu yang mengukir
Laksana air yang terus mengalir
Dari hulu hingga ke hilir

Dalam kertas selembar bertinta pudar
Terselib sejarah yang telah memudar
Kemana jiwa ini akan mecari tempat bersandar
Untuk pelepas kisah sedih yang telah berkobar

Ini memang goresan nista seorang kencana
Dari pahit kehidupan yang terlunta-lunta
Rasa pedih mengibaskan sejuta luka sukma
Seakan membunuh dalam fatamorgana

Begitu berat beban yang terus mengucap salam
Bagaikan api yang membakar sekam
Hingga aku menangis dibalik senyum
Melihat kisah ini yang berwajah kelam

Tuhan beri aku kekuatan
Agar pena ini tetap dalam coretan
Walau cerita yang akan ku ungkapkan
Menenggelamkan badan di relung kesusahan

Dalam cerita mungkin akan binasa
Dalam kisah mungkin akan moska
Sejarah tak akan terulang untuk kedua
Namun kenangan akan tetap selalu ada

Artikel sebelumnyaPuisi: Aroma Cinta di Cloud Forest
Artikel berikutnyaPuisi: Ngabuburit
Lahir di Teluk Beringin Kuansing (Riau) tanggal 11 Maret 1989. Dunia pendidikan diawali pada Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Beringin. Dilanjutkan dengan pelajaran agama Islam di MTS M IV Koto Gunung. Selanjutnya pendidikan ini dilanjutkan ke Pondok Pesantren Nurul Islam di Kampung Baru 2007-2010. Pendidikan keagamaan ini dilanjutkan pada jenjang keserjanahan dengan merampung studi S1 dengan jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam di Fakultas Adab dan Humaniora IAIN Imam Bonjol Padang. Pada akhirnya perjalanan intelektual ini berakhir dengan menyelesaikan S1 selama empat tahun, 2010-2014. No Hp/WA 082171591239,

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini