sumber foto asli: merdeka.com

Simfoni Bono di Sungai Kampar

Bulan penuh, sebulat mata anak anjing yang menyalak
Bumantara membentang pasrah dibelai gumpalan awan kelabu
Pecah rinai menghanyutkan kasih ke muara
sampaikan salam pada cinta yang ketinggalan di hulu

Janji temu antara tiga arus, menggigil saling berdekapan
lantunan mantra dirapal dari pesisir Pulau Muda hingga Teluk Meranti
tujuh roh terlahir dalam gulungan jantan yang mendebarkan
jungkir-balikkan perahu nelayan yang melintas acuh
porak-porandakan kapal saudagar yang berlayar tanpa permisi

Lintas sungai sambil angkut segala harapan akut
siapkan persembahan terbaik untuk permaisuri
namun, belum jua netra merekam senyum gadis Pelalawan
Semesta menjelma gelombang pasang, menyapu not-not balok di partitur sampan

Rindu mendekam lembut pada puing-puing layar
terombang-ambing pasrah menuju lautan lepas
Ikan-ikan bersaksi; bahari tak murka, ia hanya menyapa

Datanglah kembali menyapa roh bono dengan bono yang tulus
sambil jinjing papan-papan yang meninggikan betismu yang mencengkram
tunggangi kekasih yang kau cinta sepanjang selancar
taklukan ia dengan pesonamu yang basah
setia menunggu gulungan berikutnya bersama nyanyian camar

Sempurnakan simfoni di orkestra sungai kampar
hingga ikan-ikan kembali bersaksi; bahari bahagia bersamamu

Jakarta, 11 Januari 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini