sumber foto asli: pixabay

Penyadab Batu Dan Pasir

Bertempur dengan matahari
Menyedab,, bergulat,,,
Menyungkur dan mengali
Di tepi sungai yang mengalir

Hendak mengumpul
Batu dan pasir serta lumpur
Air pun bersiul-siul
Berseru debur-mendebur

Beban berat jemari kuat
Menekan bahu seorang kuli
Tiada terasa kaki sakit badan penat
Itulah nasib yang harus dikiki

Lalu kaki dilangkahkan kerah pematang
Menjujung hasil untuk diperas
Menepi tempat induk samang
Mengharap secuil upah penyambung nafas

Sungguh teramat kuat lengannya
Memilah-milah batu dan pasir diantar lumpur
Berpakain porak peranda
Dengan nafas mengembu-gembus terbujur

Demikian engkau terus berperang
Merobohkan lapar yang membuberang
Yang terus memukul dari belakang

Sengguh engkau berkelahi amat berani
Membunuh kejahatan penghina manusiawi

Artikel sebelumnyaPuisi: Elegi Kata
Artikel berikutnyaPuisi: Perbatasan Sepi
Lahir di Teluk Beringin Kuansing (Riau) tanggal 11 Maret 1989. Dunia pendidikan diawali pada Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Beringin. Dilanjutkan dengan pelajaran agama Islam di MTS M IV Koto Gunung. Selanjutnya pendidikan ini dilanjutkan ke Pondok Pesantren Nurul Islam di Kampung Baru 2007-2010. Pendidikan keagamaan ini dilanjutkan pada jenjang keserjanahan dengan merampung studi S1 dengan jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam di Fakultas Adab dan Humaniora IAIN Imam Bonjol Padang. Pada akhirnya perjalanan intelektual ini berakhir dengan menyelesaikan S1 selama empat tahun, 2010-2014. No Hp/WA 082171591239,

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini