sumber foto asli: pixabay

Elegi Kata

Kata melompat dari saku celana
Ia minggat
Kata pergi pagi-pagi sekali hari tadi

Di trem-trem ia mengamati kawannya
Riang merawi dari lantang tuannya
Bukan dari pidato bermimbar
Bukan dari orasi berdasi
Mereka melompat dari perut
Menari-nari
Jemari gemetar menyiasati senar
Sumbang memaksa dermawan menyumbang

Di kota besar
Lampu benderang
Papan-papan iklan berseri
Tetapi kata-kata kadang memilih sembunyi
Dari hati bernyali ciut
Dari pandangan menunduk
Dari jujur yang dipaksa khianat
Kadang kala kata meringis dalam hati
Sebab tak jua di dengar
Atau telah lama hilang
Dari tuan nyonya yang pulang dan pergi
Memilih tuli dan buta
Berpura-pura

Jakarta, 7 November 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here