sumber foto asli: pixabay

Petak Umpet

1, 2, 3…

Derap kaki kecil berlari:
Di bawah rimbun sunyi
Di balik rumput-rumput tinggi
Di tepi kebun, saat ayah pergi
Menanam biji

4, 5, 6…

Jangkrik dan semut terusir
Tapakan kaki sudah mulai mati
Tapi suara tawa dan bisik-bisik masih
Menari-nari di sela daun yang geli

7, 8, 9…

Telunjuk di mulut
Anggukan bersahut-sahutan
Mata-mata mulai mengintai dari balik rahasia
Menatap punggung yang satu

Dari kanan
Dari kiri
Dari depan
Dari belakang
Bersiap,
Kuda-kuda

10…

Pemburu mulai mencari mangsa

Telawang, 25 September 2021

Artikel sebelumnyaPuisi: Waktu Tahajud
Artikel berikutnyaPuisi: Gemuruh Riuh
Lahir di Banjarmasin, 17 November 1989. Penulis merupakan lulusan Sastra Inggris dan sekarang mengajar di salah satu sekolah swasta di Kalimantan Tengah. Saat ini, penulis juga belajar bersama Muhammad Asqalani eNeSTe di bawah naungan Asqa Imagination School. Beberapa puisi penulis telah dibukukan dalam antologi Rapuh, Tentang Aku, Caravansary, dan Ibu: Kumpulan Puisi 100 Besar Terbaik LOPUNAS Antologi Kata 2019.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini