Foto: net

Riausastra.com – Tahun 2020 hampir berakhir. Perjalanan waktu telah sampai di penghujung tahun. Akan tetapi, pandemi belum juga usai. Tatanan hidup baru kembali digalakkan sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus korona. Pada awalnya, banyak orang yang tidak siap menerima kondisi yang tidak biasa ini. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat sudah mulai berdamai dengan keadaan. Hal ini dibuktikan dengan sistem pendidikan daring yang semakin meluas, kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta kampanye dan himbauan mematuhi protokol kesehatan merebak di berbagai tempat. Tidak terkecuali di warung kopi sekalipun juga di berbagai sarana pendidikan.

Menyikapi masa pandemi, Yayasan Pendidikan Binaul Ummah (YPBU)- Sekolah IT Bunayya yang berdomisili di Kota Padangsidimpuan membangun pola baru dalam dunia pendidikan. Pola pendidikan yang dibentuk merupakan pola pendidikan yang menyenangkan, kreatif, inovatif, fokus pada pendidikan karakter, serta menggalakkan kebersamaan dalam gotong-royong antara tiga pilar, yaitu: guru, orang tua siswa, dan siswa.

Mendidik dengan Tradisi Islami, Bergerak dengan Inovasi Bersama Guru Bunayya

Guru di Sekolah IT Bunayya bukan guru biasa. Kualitas akademik, akhlak, dan sikap mengayomi adalah syarat utama yang dijadikan oleh Sekolah IT Bunayya dalam menyeleksi calon guru. Hal ini sangat penting karena ketiga syarat di atas akan menghasilkan sosok guru profesional yang mengutamakan pengabdian dalam mendidik generasi. Jika syarat di atas telah terpenuhi, maka guru akan mengajar sesuai tradisi islami, yaitu menumbuhkan karakter para siswa seperti karakter Rasulullah SAW, seperti: beriman, cerdas, jujur, amanah, dan terpercaya. Dengan demikian, siswa akan mampu mengaplikasikan ilmunya dalam berbagai sisi kebaikan.

Selanjutnya, untuk menjadikan kegiatan belajar-mengajar yang menyenangkan, para guru Sekolah IT Bunayya akan bergerak dengan berbagai kreativitas melalui konten video yang dipersembahkan untuk para siswa. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan minat belajar bagi para siswa, di antaranya dengan membuat konten cerita-cerita hikmah dan motivasi dhuha, mengajarkan materi dengan menunjukkan benda-benda yang dimaksud, mengadakan lomba literasi, dan lain-lain.

Mendidik dengan Tradisi Islami, Bergerak dengan Inovasi Bersama Orang Tua Siswa Bunayya

Orang tua merupakan madrasah pertama setiap anak sehingga upaya mendidik anak tidak terlepas dari peran orang tua. Sekolah Bunayya berupaya membangun sinergitas bersama orang tua siswa dengan cara menerapkan visi misi Bunayya kepada orang tua siswa agar pola pendidikan dan pengasuhan selaras antara sekolah dengan rumah. Kebiasaan baik yang telah dilaksanakan siswa selama di sekolah sebelum pandemi, seperti: salat dhuha, membaca doa sebelum makan, adab kepada orang lain, membaca Alquran, dan lain-lain, maka selama pandemi semua kebiasaan baik di atas harus tetap dilaksanakan, meskipun di rumah. Para guru dan orang tua siswa bersama-sama bergerak menciptakan suasana yang kondusif agar siswa tetap semangat belajar.

Mendidik dengan Tradisi Islami, Bergerak dengan Inovasi Bersama Siswa Bunayya

Anak biasanya belajar pada lingkungannya. Jika lingkungannya baik, maka anak akan baik pula. Kemudian sebaliknya. Orang tua memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak karena bagi orang tua dari keluarga Batak, istilah Anakkon hi do hamoraon di au (Anakku kebanggaan bagiku) adalah sebuah impian besar. Oleh sebab itu, sejak dini anak harus dibiasakan mandiri sesuai fitrah dan usianya, diajarkan nilai-nilai ketuhanan, serta dirangsang untuk berpikir kreatif dan inovatif. Tentu saja butuh perjuangan panjang dan melelahkan. Akan tetapi, dengan menyekolahkan anak di Sekolah Bunayya, maka beban orang tua dalam mendidik anak akan lebih terbantu.

Meskipun masa pandemi, Sekolah Bunayya tetap berupaya melakukan pendekatan terhadap siswa agar terwujud para generasi peradaban yang beriman dan bertakwa serta memiliki kepekaan sosial. Hal ini dilakukan agar para siswa mampu mencintai sekolah seperti pesan moral yang disampaikan oleh Williem Iskandar melalui penggalan puisinya berikut:

Sikola (Sekolah)

Karya: Williem Iskandar (Sati Nasution)

Ise na ringgas tu sikola
Tibu  marbisukma ibana
Mamboto etonganmai ia
Pulik malo padalan ata  

Ise na so marsikola
Ima na tinggal maoto
Hum banuanama di ora
Na adong di’njang ni tano
Siapa yang rajin ke sekolah
Cepatlah dia bijaksana
Hitungan pun dia tahulah
Pasti pandai pula bertutur kata  

Siapa yang tak bersekolah
Dialah yang tetap dungu
Dia tahu negerinya sajalah
Yang ada di atas dunia

Dari dua bait puisi di atas, penyair berupaya menanamkan karakter pada anak bangsa, khususnya yang berasal dari Tanah Sumatera Utara. Siswa yang semangat sekolah akan mewarisi ilmu menghitung dan cakap dalam berbahasa (berliterasi). Sedangkan anak yang abai dengan pendidikan di sekolah, hanya mengenal yang di depan matanya saja, padahal Tuhan menciptakan alam semesta dengan sangat luas. Jadi, merugilah orang-orang yang tidak serius dalam menuntut ilmu (sekolah).

Berdasarkan seluruh uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa YPBU-Sekolah IT Bunayya tetap mendedikasikan kemampuan, ilmu, serta pengalaman berharga yang dimiliki oleh seluruh guru melalui kreativitas yang mereka ciptakan sepanjang masa demi mencerdaskan anak bangsa. Pola pendidikan islami pada masa pandemi  ditampilkan oleh para guru lewat konten-konten video yang diunggah ke media sosial merupakan cara untuk membentuk karakter para siswa lewat daring.

Semua kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh para guru, para orang tua, dan para siswa sejalan dengan  program yang dilaksanakan oleh Puspeka (Pusat Penguatan Karakter) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah diatur dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK). Melalui Puspeka, diharapkan tercipta pada setiap diri siswa enam karakter, yaitu: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis. Kreatif, memiliki sifat bergotong-royong dan kebhinekaan global. Dengan terciptanya harapan Puspeka di atas, maka bangsa ini akan melahirkan generasi unggul.

Melalui milad ke-21, Yayasan Binaul Ummah Padangsidimpuan- Sekolah IT berupaya mewujudkan sekolah berbasis pendidikan karakter demi terciptanya generasi unggul sebagai pemimpin peradaban di masa depan. Sinergitas antara guru, orang tua, dan siswa harus lebih kokoh. Dengan demikian, yang berat sama dipikul, yang ringan sama dijinjing sehingga para calon generasi unggul hari ini akan menjadi pemimpin peradaban hari esok.

*Tulisan ini menjadi pemenang 1 pada Lomba Esai Populer yang Ditaja oleh YPBU-SIT Bunayya Kota Padangsidimpuan Tahun 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here