Foto: istimewa

Riausastra.com – Sastrawan Riau menghadiri Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI) III secara langsung atau tatap muka di Jakarta, 2-5 November 2020.

Kegiatan ini dilaksanakan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan  Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Novotel Hotel Mangga Dua, Jakarta. Sebanyak 198 Sastrawan dari berbagai wilayah di  Indonesia hadir dalam kegiatan ini.

Dari 198 peserta tersebut, 7 di antaranya dari Riau. Mereka adalah Fakhrunnas MA Jabbar, Taufik Ikram Jamil, Kunni Masrohanti, Harry B Koriun, Muhammad Ade Putra, Listi Mora Rangkuti dan Ahlul Hukmi. 

Dari 7 sastrawan ini, 4 di antaranya hadir langsung di Jakarta. Mereka yakni, Fakhrunnas MA Jabbar, Kunni Masrohanti, Muhammad Ade Putra dan Listi Mora Rangkuti. Selain mereka, hadir juga Presiden Penyair Indoneaia Sutradji Calzoum Bachri yang juga berasal dari Riau dan saat ini berdomisili di Bekasi. Sutardji hadir sebagai undangan khusus. 

”Alhamdulillah, sastrawan dari Riau yang diundang untuk hadir di MUNSI setelah melalui berbagai tahap, lumayan banyak. Ada 7 orang. Dan hadir langsung di Jakarta 4 orang,” kata Fakhrunnas. 

Dalam diskusi yang digelar pada malam pembukaan, peserta dari Riau ini juga aktif. Fakhrunnas mengusulkan agar program literasi Badan Bahasa 2021 yang banyak menerjemahkan karya dunia ke dalam Bahasa Indonesia, dibalik agar karya sastrawan Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing. 

Begitu juga Kunni yang meminta agar kebijakan Badan Bahasa tidak hanya fokus dalam mengembangkan literasi di tingkat atas, tapi juga terus dilaksanakan hingga ke tingkat tapak, atau desa-desa yang berada di daerah pinggiran. 

Musyawarah yang mengusung tema ‘Memajankan Sastra Indonesia di Panggung Dunia’ ini dilaksanakan secara langsung atau tatap muka dan daring atau Zoom Meeting. Pembukaan dilaksanakan Senin malam itu, dibuka oleh Kepala Badan Pengambangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Prof Endang Aminudin Aziz MA Ph.D.

”Semua usulan dan gagasan yang disampaikan saatrawan sangat bermanfaat bagi kami dan akan kami tindaklanjuti. Inilah gunanya dilaksanakan MUNSI,” kata Prof Endang Aminudin.

Peserta lain juga banyak yang menyampaikan gagasan dan pemikiran-pemikiran. Antara lain Sosiawan Leak, Aslan Abidin, Abdul Kadir Ibrahim, Imam Maarif dan masih banyak  lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here