Langit yang Sama

Masih bisa memandang langit yang sama
Seraya menengadahkan kedua tangan,
menundukkan kepala, melunakkan hati
Harapan melangit, keangkuhan membumi

Masih diberi kesempatan memandang langit yang sama
Meski langkah terkunci,
Kebebasan terantai,
Keinginan tertahan,
Bersyukurlah!
Karena mimpi-mimpi masih bisa membelah kekakuan langit

Pada langit yang membisu
Tak berkaki pun, ia tetap kokoh
Tak bertali pun, ia tetap kuat
Tak berpenyanggah pun, ia tetap abadi
Lantas, adakah yang kebetulan?

Masih pada langit yang sama
Terang di kala hati terbuka lebar
Gelap di kala jiwa tertutup rapat
Masih pada langit yang sama

Meski pandemi belum kunjung sirna
Bertahanlah!

Selagi langit tidak runtuh
Selagi bebintang masih setia
Biarkan imajinasi merangkai doa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here