Soleram, soleram, soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya

Satu dua tiga dan empat
Lima enam tujuh delapan
Kalau Tuan dapat kawan baru sayang
Kawan yang lama dilupakan jangan

Riausastra.com – Berangkat dari lirik lagu Soleram di atas, maka masyarakat sudah mengetahui bahwa lagu Soleram merupakan kebudayaan lokal yang berasal dari Provinsi Riau.  Lirik lagu Soleram memiliki makna yang mendalam meskipun lagu ini hanya dijadikan sebagai pengantar tidur dan senandung pelipur lara dari masa ke masa.

Soleram, Lagu Daerah yang Mendunia

Soleram telah dikenal di kancah internasional karena liriknya yang sederhana, namun mengandung nasihat yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat secara universal. Seorang penyanyi dari Afrika, Mariam Makeba, pernah membawakan lagu Soleram. Kemudian, The Weavers, penyanyi grup yang berasal dari Amerika dikenal dengan kegemarannya menyanyikan lagu bernuansa gospel, balad, anak-anak, dan lain-lain, pernah meyanyikan lagu Soleram album berjudul “Goodnight Irene” rilisan tahun 1949-1953.

Dikutip dari tulisan Gaganawati yang menyatakan bahwa Ulrich Maske memasukkan salah satu lagu Indonesia berjudul Soleram pada album Hoch am Himmel steht der Mond (Di Atas Langit Ada Bulan). Tertulis di sampul album bahwa lagu Soleram tersebut berasal dari Indonesia. Selanjutnya, lagu Soleram pernah dinyanyikan di Gereja Votiv, Wina, Austria dalam acara konser terbuka Sing and joy Vienna 2012. Kemudian, lagu Soleram dinyanyikan oleh Connie Lee dari Amerika Serikat tahun 2009 lewat konten youtube. (www.kompasiana.com)

Dari beberapa kutipan di atas, ternyata lagu Soleram milik Bangsa Indonesia tersebut telah banyak dilirik oleh masyarakat dunia dan ditampilkan serta diperdengarkan di berbagai negara.

Lagu Soleram sebagai Sastra Daerah

Menurut Danadjaja (1997:141) dengan mengadopsi teori Brunvard (1968) menyatakan bahwa nyanyian rakyat atau folksong terdiri atas kata-kata dan lagu, beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional, dan banyak mempunyai varian. Berdasarkan teori di atas, lagu Soleram merupakan nyanyian rakyat atau folksong karena liriknya terdiri atas kata-kata yang dinyanyikan dan merupakan milik kolektif masyarakat Riau yang digunakan sebagai pelipur lara dan pengantar tidur.

Lirik lagu Soleram memiliki makna sebagai berikut:

  • Makna pada bait pertama:

Bagi masyarakat Melayu, malu adalah bagian dari jati diri. Hal ini mencerminkan bahwa adat Melayu berdasarkan pada ajaran agama Islam. Seperti prinsip orang Melayu, “Adat bersanding syariat, syariat bersanding Kitabullah”.

Lirik lagu Soleram di atas berisi nasihat-nasihat dari orang tua kepada anaknya agar selalu membudayakan rasa malu. Malu merupakan perisai orang Melayu sehingga lebih baik memilih mati daripada hidup menanggung malu, seperti yang tertulis dalam isi Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy sebagai berikut:

“yang disebut sifat malu,
malu membuka aib orang
malu menyingkap baju dibadan
malu mencoreng arang dikening
malu melanggar pada syarak
malu terlanda pada adat
malu tertarung pada lembaga
malu merusak nama baik
malu memutus tali darah
malu hidup menanggung malu
malu mati tidak bermalu”

  • Makna pada bait kedua:

Pada bait kedua lirik lagu Soleram terdapat hitungan satu hingga delapan. Makna hitungan tersebut adalah adanya perbedaan dari setiap orang, baik itu perbedaan secara fisik, karakter, latar belakang, jabatan, harta, adat, budaya, dan agama yang menjadi kekayaan bagi kebudayaan Bangsa Indonesia. Masyarakat Melayu tidak mengenal kelas sosial karena masyarakat Melayu melalui kearifan lokalnya sepakat bahwa tidak ada perbedaan kelas sosial di antara setiap manusia.

Pada baris selanjutnya ditekankan makna betapa indahnya perbedaan, namun perbedaan jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan. Keberagaman ini harus tetap terjalin dalam silaturahim seperti semboyan bhinneka tunggal ika. Wujud dari ke-bhinnekaa-an itu adalah sikap kesetiakawanan sosial. Hal ini didasarkan pada Tunjuk Ajar Melayu. Berikut petikannya:

Adat hidup berkawan-kawan
Sama melangkah seiring sejalan
Sama mengingat sama menjagakan
Sama merasa rezeki di pinggan
Sama meneguk air secawan

Sastra Daerah sebagai Bagian dari Sastra Indonesia

Sastra daerah adalah kekayaan suatu Bangsa yang lahir dari kebudayaan sekelompok masyarakat. Kebudayaan masyarakat tercipta karena adanya bahasa yang berbeda-beda, suku yang berbeda-beda, serta kearifan lokal masing-masing yang menjadi khazanah milik Bangsa Indonesia.

Sastra daerah seperti Soleram merupakan ciptaan masyarakat pada masa lampau tanpa diketahui siapa pengarangnya. Soleram diciptakan bersama-sama sebagai nasihat yang menghibur untuk dipetik nilai-nilai kearifan lokalnya. Melalui sastra lisan atau sastra daerah tersebut, Soleram memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sastra di Indonesia hingga dikenal oleh dunia.

Lirik lagu Soleram seakan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-masa meningkatkan maruah bangsa dengan membudayakan rasa malu sebagai jati diri. Kemudian, perbedaan yang ada di seluruh Tanah Air harus menjadi pemicu ke-bhinnekaa-an. Begitu indah petuah yang tersirat di dalam lirik lagu Soleram. Hal ini sesuai dengan pendapat Tuloli (2001) (dalam Didipu: 2011) yang menyatakan bahwa sastra daerah mempunyai kedudukan sebagai berikut:

  • Sastra daerah adalah ciptaan masyarakat pada masa lampau atau mendahului penciptaan sastra Indonesia modern.
  • Sastra daerah dapat dimasukkan sebagai satu aspek budaya Indonesia yang perlu digali untuk memperkaya budaya nasional dan menjadi alternatif kedua yang perlu dipertimbangkan dan dikembangkan selain sastra Indonesia.
  • Sastra daerah melekat pada jiwa, rohani, kepercayaan, dan adat istiadat masyarakat suatu suku bangsa dan yang mereka pakai untuk menyampaikan nilai-nilai luhur bagi generasi muda.
  • Sastra daerah mempunyai kedudukan yang strategis dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia, yaitu memperkuat kepribadian keindonesiaan yang bhinneka tunggal ika.

Demikianlah peran sastra daerah yang merupakan bagian dari sastra Indonesia. Dalam hal ini, lagu Soleram memegang peranan penting dalam perkembangan sastra Indonesia di kancah internasional.

Melalui pesan moral yang terdapat dalam lirik lagu Soleram, telah menarik perhatian dunia untuk mengenali lebih jauh sastra Indonesia yang berasal dari perkembangan sastra daerah di berbagai wilayah masing-masing di Indonesia. Maka, sudah selayaknya karya-karya sastra yang berasal dari berbagai sastra daerah di Nusantara, seperti halnya Soleram, segera dipublikasikan dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah dalam upaya memperkaya sastra Indonesia. Dengan demikian, sastra Indonesia akan semakin bersinar di mata dunia.

Catatan: Artikel ini diikutsertakan sebagai persyaratan dalam seleksi terbuka Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia III tahun 2020

6 COMMENTS

  1. Kebanyakan lagu lagu jaman dahulu selain irama musiknya yg enak jg selalu bermakna,
    Berbeda dengan lagu jaman sekarang..

    >>iotomagz<<

  2. Lagu-lagu daerah memiliki nada yang enak didengar, liriknya pun memiliki arti yang bermakna, orang jaman dulu menggunakan konsep apa ya untuk menciptakan musik tersebut.

  3. bagus ka Artikelnya. lagu soleram dan kebudayaan Riau melekat jati tubuh yang memiliki raga. dibait lirik pertama. kandunganya pesanya serat nilai agama. sepeti manusia harus memiliki rasa malu. ini semacam benteng jati diri manusia

  4. Bicara tentang sastra daerah mengingatkan saya pada penelitian masa kuliah. Sesungguhnya banyak sastra daerah di negeri tercinta ni. Namun, sayangnya yang terkuak cenderung itu-itu saja. Semoga anak negeri semakin mencintai Indonesia, dan tentu saja daerah mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here