Riausastra.com – Salah satu berita yang dilansir oleh media online dengan judul Muslim Uyghur Jual Sebelas Kudanya untuk China yang Terkena Corona, Terbuat dari Apa Hatinya?. Seorang pemilik kuda yang menjual sebelas ekor kudanya dengan harga 88 ribu Yuan atau sekitar Rp 171,9 juta memberikan uang tersebut kepada Pemprov Hubei untuk membantu mengatasi wabah virus yang mematikan tersebut.

Muslim Uyghur yang menyumbangkan kudanya bernama Baintolle. Ia merasa prihatin dengan adanya musibah ini. Meskipun berbagai tekanan dan penyiksaan dilakukan oleh pemerintah Cina kepada muslim Uyghur, namun mereka tetap berupaya menunjukkan akhlak terbaik seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Belajar dari kisah Rasulullah SAW selama hidupnya, beliau senantiasa tidak gentar menyebarkan agama Islam agar sampai kepada setiap orang.  Berkali-kali beliau dikucilkan, dihina, difitnah, bahkan disakiti fisiknya, namun semua itu Beliau jadikan sebagai duri-duri dalam bunga-bunga kehidupannya. Berikut tekanan dan perlakuan Kaum Kafir kepada Rasulullah SAW beserta para sahabatnya (disarikan dari tulisan K.H. Hafidz Abdurrahman):

  • Kaum Kafir mengatakan Rasulullah SAW sebagai pemecah belah kaumnya.
  • Rasulullah SAW disebut sebagai tukang sihir dan pembohong (QS: Shad: 4)
  • Rasulullah SAW disebut dengan majnun (gila) dalam (QS: Atthur: 29) dan pemimpi yang menyampaikan dongeng orang-orang dulu (asatirul awwalin) (QS: Al-Muthaffifin: 13).
  • Kaum Kafir menindih tubuh Bilal bin Rabbah dengan batu dan dijemur di bawah terik matahari yang sangat panas.
  • Keluarga Amar bin Yasir, yaitu: Yasir, Sumayyah, dan  Amar, disiksa dengan sekeji-kejinya hingga terpaksa mengikuti ucapan kaum Kafir meskipun berbelok dari akidah yang mereka anut sehingga Allah SWT mengabadikan kisah ini dalam (QS: An-Nahl: 106).
  • Sumayyah yang sedang mengandung bayinya, dipaksa oleh kaum Kafir untuk segera dilahirkan dengan paksa. Hingga akhirnya Sumayyah menghembuskan nafas terakhir dan beliau bergelar sebagai syahidah pertama (wanita yang pertama kali syahid).
  • Rasulullah SAW dipukul tengkuknya oleh ‘Uqbah bin Abi Mu’aith saat Rasulullah berada di dekat Ka’bah.
  • ‘Amru bin Ash memfitnah Nabi Muhammad dan para sahabat agar Raja Najasyi, Penguasa Habasyah. mendeportasi kaum muslim yang meminta perlindungan kepada raja tersebut.
  • Kaum Kafir memboikot Rasulullah dan para pengikutnya selama tiga tahun. Pemboikotan ini menutup akses untuk berinteraksi dengan Rasulullah dan para pengikutnya sehingga kaum muslimin tidak diizinkan memiliki pakaian, makanan, dan kehidupan mereka terisolasi. Pada alhirya, kaum muslimin makan daun dan rerumputan untuk bertahan hidup.
  • Rasulullah merasakan tahun duka cita sebab meninggalnya istrinya tercinta, Khadijah binti Khuwailid. Setelah Khadijah, berpulang pula ke Rahmatullah paman beliau yang bernama Abu Thalib.
  • Berkali-kali percobaan pembunuhan berencana dilakukan oleh kaum kafir kepada Rasulullah SAW.

Poin-poin di atas hanyalah sebagian kecil dari tekanan yang dirasakan oleh Rasulullah SAW dan para pengikutnya. Akan tetapi, semua perlakuan jahat yang dilakukan oleh kaum kafir kepada beliau, justru dibalas dengan kebaikan. Kaum kafir yang mengalami sakit, tetap dijenguk dan didoakan oleh beliau agar mendapatkan kebaikan. Meskipun disakiti berkali-kali, Rasulullah SAW tetap santun kepada paman-pamannya. Akhlak Rasulullah merupakan akhlaqul karimah. Senantiasa merasa tenang bila berada di dekatnya, dan senantiasa dirindui bila sedang tidak bersama.

Begitulah gambaran akhlak seorang mukmin sejati yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad. Tidak heran jika muslim Uyghur mengikuti jejak tersebut.

Seorang pemilik kuda bernama Bintolle telah menunjukkan pada dunia bahwa akhlak seorang muslim itu adalah ahlak terpuji. Meskipun disakiti berkali-kali, namun mereka tetap berempati kepada masyarakat Cina yang sedang terkena wabah virus corona. Tidak sedikitpun menyimpan dendam di hati, justru turut mendoakan agar musibah ini segera berakhir.

Mengapa harus tetap berbuat baik meskipun sering disakiti? Seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bahwa dengan berbuat baik, dakwah beliau akhirnya sampai ke seluruh penjuru dunia bahkan tetap bertahan dan terus berkembang hingga detik ini. Seandainya bukan karena kebaikan Rasulullah, maka tidak akan ada kedamaian, kenyamanan, dan keharmonisan di muka bumi ini. Beruntunglah kita menjadi bagian dari ummat Rasulullah yang kita harapkan tetap berkumpul bersama dengan Beliau hingga di syurga nanti.

Jangan berhenti untuk berbuat baik sebab hal-hal berikut ini:

  • Allah senantiasa mencintai orang-orang yang berbuat baik

“Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (qs: Al-Baqarah: 195)

  • Kebaikan yang ditanam akan menuai kebaikan pula

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”. (QS: Ar-Rahman: 60)

  • Allah akan membalas segala kebikan meskipun kebaikan itu kecil

“Barang siapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. QS: Az-Zalzalah: 7-8)

  • Rahmat Allah bersama orang-orang yang berbuat baik

“Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS: Al-A’raf: 56)

  • Setiap kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada diri sendiri

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri”. (QS: Al-Isra’: 7)

  • Allah akan melipatgandakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”. (QS: Al-Baqarah: 261)

Fastabiqulkhairat..
Mari berlomba-lomba berbuat kebaikan..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here