Riausastra.com – Memiliki peran menjadi seorang muslimah adalah sebuah anugerah yang Allah berikan kepada para wanita. Tidak semua wanita beruntung menerima hidayah agar bertahan dengan nikmat Islam dan nikmat iman yang Allah titipkan di dalam kalbu para wanita. Dengan kemuslimahan tersebut, para wanita akan menyadari kodratnya, fitrahnya, serta keistimewaan yang diperoleh karena mendapatkan kemuliaan di sisi Sang Maha Pencipta.

A. Muslimah Berkarya

Berkarya memiliki makna menghasilkan karya yang bisa memberikan manfaat buat diri sendiri dan orang lain. Pada hakekatnya, berkarya adalah beramal. Dengan karya tersebut, seseorang telah melakukan kebaikan.

Sudah selayaknya setiap muslimah memiliki karya. Mengapa? Dengan fitrahnya yang lemah lembut dan harus terjaga dari setiap fitnah, bukan berarti setiap muslimah harus bersikap vakum. Setiap muslimah telah Allah berikan karunia berupa akal untuk berpikir dan hati untuk menerangi pikiran. Maka, karunia yang Allah amanahkan tersebut hendaknya dipergunakan untuk kemaslahatan ummat.

Firman Allah SWT dalam Al-Quran:
“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin., dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS: At-Taubah: 105).

Berdasarkan firman Allah SWT di atas, makan setiap muslimah juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya. Jika telah tiba waktu berkumpul di Padang Mahsyar kelak, Allah akan menunjukkan karya-karya itu kembali persis seperti yang telah dikerjakan selama hidup di dunia.

Bercermin pada kisah Maryam Binti Imran, seorang perawan suci yang sangat taat kepada Allah SWT. Lalu, Allah mengujinya dengan kehamilan hingga melahirkan Nabi Isa a.s. Dengan karya nyata, Maryam mendidik Nabi Isa hingga tumbuh menjadi lelaki soleh dan pembawa risalah para Nabi.

Demikian juga Ibunda Khadijah Binti Khuwailid, Istri Rasulullah SAW. Khadijah merupakan seorang saudagar kaya raya. Dengan kekayaannya tersebut, dakwah Rasulullah SAW sangat terbantu. Begitu juga dengan Ratu Saba, Ratu Balqis, yang mampu berkarya dalam hal kememimpinan. Di bawah kepemimpinan Ratu Balqis, masyarakatnya makmur, sejahtera, dan harmonis. Setelah bersentuhan dengan ajaran Islam, karya terbesar Ratu Balqis adalah mengajak seluruh pengikutnya untuk memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Sulaiman a.s.

Lalu, di Indonesia bisa juga kita temukan para muslimah hebat yang berkarya untuk kemaslahatan ummat. Misalnya: R.A. Kartini dari Jawa dan Tengku Agung Syarifah Latifah dari Riau yang sama-sama berjuang untuk memuliakan dan mengangkat derajat kaum perempuan dengan cara membuat sekolah khusus perempuan.

Melihat karya-karya agung dari para muslimah di atas, masihkah muslimah masa kini hanya diam dan merasa cukup menjadi penonton? Semoga saja tidak. Tantangan zaman semakin hebat sehingga sangat dibutuhkan peran aktif para muslimah untuk bahu-membahu menghasilkan karya untuk generasi masa kini dan generasi yang akan datang.

Karya apa saja yang bisa dilakukan oleh muslimah?

1. Menulis

Setiap muslimah selayaknya mahir menulis. Dengan menghasilkan karya lewat tulisan akan menebarkan syiar dan manfaat buat pembaca, kdan kelak akan menjadi amal jariyah. Sebagaimana para Imam besar, Syafii, Ahmad, Hanfi, dan Hambali, yang telah menuliskan kitab sebagai rujukan yang berguna hingga akhir zaman.

2. Berdagang

Jika selama ini perusahaan Amerika menjadi ikon penjual ayam goreng, maka sudah sepantasnya muslimah berkarya agar tidak menjadi konsumen lagi, namun beralih menjadi produsen.

3. Desainer

Mode telah berkiblat ke arah barat. Dengan karya muslimah, maka mode ketimuran akan kembali sesuai adat, budaya, dan syariat. Oleh karena itu, diharapkan lahirnya para desainer muslimah yang kreatif dan imajinatif.

4. Pengusaha

Para muslimah sebaiknya tidak selalu berpikir untuk menjadi karyawan dan PNS. Sudah seharusnya muslimah membuka cakrawala berkarya dengan menjadi pengusaha. Fasilitas zaman milenial sangat banyak. Bisa melalui media sosial seperti facebook, instagram, blog, vlog, dll.

Dengan lahirnya karya-karya nyata di atas, kebangkitan Islam akan berlangsung, dan keimanan akan semakin kokoh. Kalimat tauhid akan kembali menggema di seluruh penjuru dunia. Lalu, Madinah Al-Munawwarah akan bersinar kembali di setiap negeri.

B. Muslimah Berdaya

Setiap muslimah telah Allah berikan daya berupa kekuatan fisik, akal, dan hati, serta kemampuan finansial. Dengan kekuatan yang Allah titipkan tersebut, setiap muslimah selayaknya tumbuh menjadi muslimah-muslimah yang kuat secara ruhiyah, mental, dan jasmani.

Sabda Rasulullah SAW yang artinya:
“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kamu mengambil tali kemudian mencari kayu bakar dan kayu itu diletakkan di atas punggungnya, hal itu adalah lebih baik daripada ia mendatangi seorang yang kaya raya untuk meminta sesuatu kepadanya, yang ada kalanya ia diberi, dan adakalanya ia tak diberi.” (H.R.: Bukhari dan Muslim).

Bagaimana memberdayakan peran setiap muslimah? Caranya sangat sederhana. Setiap muslimah harus memberdayakan dirinya dimulai dari dalam rumahnya. Mengapa? Karena rumah adalah sekolah pertama bagi setiap orang. Jika pendidikan di dalam rumah sukses, maka orang-orang yang keluar dari dalam rumahnya akan menebar manfaat setiap saat.

Bagi muslimah yang belum menikah, maka persiapan baginya adalah mempersiapkan keimanan yang kokoh, rajin menuntut ilmu, gemar membaca buku, serta belajar sejak dini tenteng “membentuk keluarga perindu syurga dan keluarga yang dirindukan oleh syurga”. Sedangkan bagi muslimah yang telah menyempurnakan separuh agamanya dengan menikah, maka amanahnya lebih berat. Muslimah tersebut harus memberdayakan dirinya untuk mendidik generasi sehingga lahirlah generasi-generasi Rabbaniyah sebagaimana yang diharapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Setelah mengawali pemberdayaan dari dalam rumahnya, selanjutnya para muslimah mengambil peran dalam barisan mendidik masyarakat dengan bidang keilmuan masing-masing. Dengan demikian, kemaslahatan ummat akan tercapai dan setiap pengorbanan para muslimah di masyarakat kelak akan menjadi amal jariyah.

Cara Jitu agar Bisa Berkarya dan Berdaya:

  • Menjaga kemurnian niat
  • Membuat perencanaan yang matang agar bisa bangkit kembali saat menerima kegagalan
  • Menjaga kondisi keimanan agar tidak futur saat keimanan sedang menurun
  • Menjaga pola hidup agar kesehatan terjaga
  • Banyak mengingat Allah
  • Optimis dalam melakukan setiap pekerjaan.
  • Merencanakan kebaikan agar setiap karya dan daya bisa bermanfaat untuk ummat.

Demikianlah peran muslimah dalam berkarya dan berdaya. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat dan menjadi motivasi bagi setiap muslimah dalam mengawali setiap kebaikan untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Selamat berkarya buat seluruh muslimah. Berdayakan seluruh kemampuan yang kelak akan Allah mintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

15 COMMENTS

  1. Betul. Menjadi seorang muslimah harus bisa berdikari dan berinovasi dengan ilmunya. Semangat… semoga artikel ini bisa membantu para muslimah untuk keep spirit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here