Riausastra.com – Abad 21 merupakan masa yang sedang berlangsung saat ini. Pada abad 21 dituntut kecakapan atau keterampilan dalam berbagai hal agar setiap orang memiliki daya saing masing-masing saat terjun dalam rutinitas sehari-hari. Kecakapan abad 21 terdiri atas kecakapan literasi. Dengan mengembangkan kecakapan berliterasi akan lahirlah kecakapan-kecakapan lain seperti kecakapan berinovasi, kreativitas, dan kecakapan komunikasi yang diaplikasikan dalam kemampuan baca-tulis-hitung, iptek, digital, ekonomi, dan sosial budaya.

Sesuai dengan Hasil Survei Internasional (FISA) tahun 2015 menunjukkan bahwa minat baca anak-anak Indonesia berada pada urutan ke-64 dari 72 negara. Maka, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberi perhatian khusus terhadap masalah ini. Oleh karena itu, digalakkan kegiatan-kegiatan berupa Gerakan Literasi Nasional di berbagai sarana pendidikan untuk menumbuhkan minat baca dalam masyarakat Indonesia.

Ditilik dari kebiasaan anak-anak Indonesia, anak-anak Indonesia lebih suka menonton televisi dan bermain gadget daripada membaca. Hal ini menjadi amanah besar yang harus dibenahi bersama-sama agar lahirnya generasi yang gemar membaca. Akan tetapi, kegiatan literasi masih menitikberatkan pada tanggung jawab para tenaga pendidik. Seharusnya, tanggung jawab literasi juga diamanahkan kepada orang tua mengingat orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak-anak. Selain itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar terhadap pendidikan anak. Maka, kegiatan mendidik seharusnya pertama kali dilakukan di rumah, lalu dilanjutkan di bangku sekolah.

Pada abad 21, kegiatan berliterasi dibagi atas dua kondisi, yaitu kondisi daring dan kondisi luring. Kondisi daring merupakan singkatan dari “dalam jaringan”, yaitu kegiatan berliterasi dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet, misal: membaca e book (electronic book) atau buku elektronik. Sedangkan kondisi luring merupakan singkatan dari “luar jaringan”, yaitu kegiatan berliterasi dilakukan dengan menggunakan fasilitas manual (tanpa internet), misal: membaca buku di perpustakaan.

Dua keterampilan di abad 21 ini wajib dimiliki oleh seluruh masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia mampu bersaing secara global dalam bidang peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di kancah dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here