Foto: net

Cerita Tentang Ibuku

Aku menatap binar di garis wajah ibuku
Senyumnya merekah, matanya berkaca
Kedua tangannya memeluk erat tubuhku
Kutahu, betapa terharunya ibuku

Lembaran demi lembaran berwarna itu membuatnya merona
Kusadari itu, sebab betapa berwarnanya kehidupan kami
Bukan emas berlian, sepatu kaca, dan gaun pesta yang ada di benaknya
Kusadari itu, sebab “kampung tengah” kami telah terbiasa bertemankan garam dapur

“Ini dari PKH Kemensos, Nak,” ucapnya
Lalu, ia goreskan tinta pena
“Uang sekolah, beli buku, beli tahu tempe,” tulisnya
“Semoga Ananda sehat dan tetap bersekolah,” harapnya

Ibuku, pada jemarinya masa depan negeri ini terpatri
Karena ibuku adalah madrasah pertamaku
Ibuku, pada letihnya kusandarkan harapan
Karena ibuku adalah motivator hidupku

Hingga satu saat nanti,
Nama ibuku akan kuukir di setiap prestasiku
Hingga satu saat nanti,
Ibuku bercerita pada dunia bahwa PKH telah memberinya pelita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here