Foto: Farha Pustaka

Aku menuliskan kisah ini, antara aku dan kamu. Lamat-lamat kurangkai agar tak satu kata pun yang luput dari ingatanku.

Sebuah antologi puisi yang kuberi judul Epilog Dua Hati. Kuhadiahkan sebagai kado ulang tahunmu yang ke-tiga. Kuabadikan kisah kita, sebagai tanda bahwa cinta kita amatlah istimewa.

Aku bercerita tentang yang kita lalui. Walaupun hanya sebatas goresan-goresan sederhana pengobat luka. Dengan sisa waktu yang Allah berikan, semua yang kita lalui telah abadi menjadi sebuah kenangan.

Terima kasih, Anandaku sayang, Airin Azhar Gultom. Kehadiranmu laksana oase dalam gurun tandus jiwaku. Semoga sehat dan Allah beri keberkahan di setiap usiamu.

Dari yang mencintaimu, Ibumu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here